Pencarian

Custom Search

05 Juli 2015

Steganografi dalam pengamanan arsip

Tidak ada komentar :
Steganografi memiliki sejarah panjang yang intinya adalah sebuah metode untuk menjaga kerahasiaan informasi yang dikirimkan kepada orang lain, tujuan utama dari kegiatan steganografi  adalah melindungi informasi agar tidak dapat dideteksi oleh pihak yang tidak berkepentingan. Seiring perkembangan teknologi, metode steganografi digunakan pula untuk aktivitas-aktivitas pengabsahan sebuah dokumen misalnya dokumen kearsipan. Penggunaan steganografi merupakan teknologi yang sangat bermanfaat untuk pengamanan informasi dalam dokumen dan menjadi salah satu teknik pengamanan informasi di internet.


Di pemerintahan yang sudah menjalankan E-Government, metode keaslian data dan penyimpanan file rahasia sangat diperlukan. Beberapa dokumen penting negara ataupun daerah merupakan asset yang harus dijaga kerahasiaanya. Hal ini harus dilakukan untuk menganalisa keaslian dokumen dan penyimpanan secara aman.

Aktivitas-aktivitas pemerintahan saat ini banyak yang berbasis teknologi informasi dan telah melakukan kegiatan penyimpanan dokumen elektronik ke dalam sebuah data center. Pengembangan sistem informasi perijinan dan penerbitan dokumen harus dibackup untuk kepentingan pengamanan berkas. Teknik penyimpanan (storage) tanpa diimbangi dengan metode pengabsahan dokumen akan menjadi tidak berarti karena orang akan bertanya apakah berkas tersebut asli atau tidak.

Pengamanan yang berlapis diperlukan untuk menjamin bahwa data-data tersebut tidak dapat dicuri atau diambil oleh pihak yang tidak berkepentingan. Salah satu bentuk pengamanannya adalah dengan “menghilangkan” file tersebut secara visual ke dalam file lain yang apabila dilihat kasat mata tidak ada perubahan apapun pada file tersebut. Biasanya file tersebut berbentuk gambar atau berformat *.bmp atau *.jpeg. Metode ini adalah salah satu penerapan steganografi dalam kearsipan.

Beberapa metode steganografi antara lain Least Significant Bit (LSB) dan Random Pixel Positioning (RPP). Kedua metode tersebut hampir sama yaitu dengan merubah file gambar maupun file sisipan ke dalam bentuk bit dan menyisipkan bit-bit dari file sisipan tersebut ke dalam bit-bit pada file gambar. Perbedaan kedua metode ini terletak pada penempatan bit-bitnya. Pada LSB penempatan bit pada bit-bit terakhir dalam sebuah pixel dilakukan secara berurutan. Sedangkan RPP merupakan pengembangan dari metode LSB yakni dengan mengacak posisi bit-bit tersebut dalam bit-bit gambar sehingga tidak mudah dilacak.

Bila ingin berlangganan artikel blog ini, silahkan subcribe dengan email atau dengan RSS feed Disini

Tidak ada komentar :

Posting Komentar