Pencarian

Custom Search

14 Maret 2017

Pengertian Application Programming Interface ( API ) adalah

Tidak ada komentar :
Application Programming Interface (API) adalah sebuah teknologi untuk memfasilitasi pertukaran informasi atau data antara dua atau lebih aplikasi perangkat lunak. API adalah antarmuka virtual antara dua fungsi perangkat lunak yang saling bekerja sama, seperti antara sebuah word processor dan spreadsheet. Sebuah API mendefinisikan bagaimana cara programmer memanfaatkan suatu fitur tertentu dari sebuah komputer. API tersedia untuk sistem windowing, sistem file, sistem basis data dan sistem jaringan.

Perkembangan teknologi API berawal dari penciptaan sebuah subrutin sederhana yang menyediakan kemampuan interoeperability dan system modifiability untuk mendukung pertukaran data antar beberapa aplikasi. Subrutin tersebut hanya mampu melaksanakan perhitungan matematis sederhana hingga terbentuk sebuah API pustaka penghitungan yang hampir selalu ada pada setiap bahasa pemrograman. Dari sebuah subrutin sederhana tersebut mulai bermunculan gagasan-gagasan bagaimana API harus dikembangkan khususnya sejalan dengan berkembangnya paradigma pemrogramana berorientasi objek yang mengakibatkan sekumpulan subrutin sejenis dapat dikumpulkan menjadi sebuah kelas pembungkus subrutin-subrutin tersebut.

Dengan berkembangnya sebuah perangkat lunak menjadi sebuah sistem yang terdiri dari beberapa perangkat lunak lain (subsistem-subsistem) maka API juga berkembang untuk tetap mewujudkan tujuannya yaitu sebagai jembatan penghubung antar perangkat lunak. Perkembangan API diwujudkan dengan bertambanhanya sifat API yakni mampu mendukung interoperability antar perangkat lunak. API tidak hanya bertugas mempertukarkan data dan informasi antar subrutin dalam suatu perangkat lunak namun juga mempertukarkan data dan informasi antar perangkat lunak. Dalam kasus ini API harus memiliki kemampuan komunikasi antar proses baik melalui perantara file, socket, atau layanan  IPC lainnya.

Pada pengembangan sebuah sistem yang lebih luas, kadang sebuah API dapat menjadi sebuah middleware, yaitu sebuah subsistem tersendiri yang memiliki fungsi-fungsi yang berguna oleh subsistem lain dan untuk mengakses fungsi-fungsi tersebut diperlukan koneksi tersendiri ke middleware tersebut. Koneksi ke middleware umumnya dilakukan dengan menggunakan socket. Ada beberapa standar protokol pengaksesan middleware tersebut. Contoh-contoh protokol pengaksesan middleware antara lain adalah :

a. Remote Procedure Calls (RPC) , sebuah perangkat lunak pengguna memanggil prosedur atau subrutin yang berjalan pada sebuah middleware jarak jauh, pemanggilan prosedur dapat berupa sinkron maupun asinkron.

b. Message Oriented Middleware (MOM), sistem yang melakukan pooling data dan informasi ke sebuah middleware, data yang menunggu untuk diproses oleh subsistem-subsistem yang terdapat di sistem keseluruhan disimpan pada suatu middleware tersebut.

c. Object Request Broker (ORB), protokol ini memungkinkan suatu perangkat lunak mengirim dan menerima objek dan meminta layanan pada sebuah middleware berbasis obyek.

d. Structured Query Language (SQL), protokol dan juga bahasa pembacaan dan penulisan data yang tersimpan pada middleware basis data.

Pada proses pengembangan sebuah perangkat lunak baik API pada khususnya maupun perangkat lunak lain memerlukan kaidah-kaidah yang perlu dipahami dan diterapkan. API yang baik adalah API yang memiliki sifat-sifat sebagai berikut:

1. Mudah untuk dipelajari.
2. Mudah untuk digunakan, bahkan bila tanpa dokumentasi yang menyertainya.
3. Susah untuk disalahgunakan.
4. Berkinerja tinggi dalam menyelesaikan tugasnya.
5. Mudah untuk dikembangkan lebih lanjut.

Garis besar langkah-langkah dalam pengembangan API agar dapat menjadi API yang baik adalah sebagai berikut:

1. Kumpulan kebutuhan API secara umum. Dimulai dengan pembangkitan spesifikasi sederhana, yang kemudian dikembangkan secara bertahap. Dari spesifikasi tersebut harus terlihat jelas kebutuhan fungsionalitas dari API yang akan dikembangkan.

2. Perhatikan prinsip-prinsip umum. Prinsip-prinsip umum yang harus diperhatikan selama pengembangan API adalah:
a. Fungsionalitas dari API harus mudah untuk dijelaskan dengan kata-kata.
b. Semakin kecil ukuran API yang dikembangkan semakin baik, namun tetap memenuhi semua spesifikasi teknis yang dijadikan acuan.
c. API tersedia sebelum proses penggunaan API tersebut pada sebuah perangkat lunak.
d. Meminimumkan aksesibilitas keseluruhan dengan menggunakan metoda enkapsulasi.

3. Desain API, pada tahap ini dilakukan desain API dengan dasar spesifikasi teknis yang telah dibangkitkan pada tahap sebelumnya. Pada tahap ini dibantu dengan penggambaran diagram UML masing-masing desain. Beberapa hal yang harus didesain:
a. Desain kelas.
b. Desain metoda.
c. Desain exception.
d. Desain API agar dapat direfactoring.

4. Dokumentasi API, setelah dilakukan desain terhadap API, maka langkah selanjutnya adalah membuat dokumen lengkap terhadap API tersebut, dengan cara langsung memberikan baris-baris komentar di setiap baris header yang membutuhkan penjelasan. Selain dokumentasi kode program, perlu diperhatikan dokumentasi diagram. Diagram UML hendaknay diberi penjelasan mengacu ke kode program yang sesuai.

5. Implementasi API, pada tahap ini dilakukan implementasi terhadap desain API pada tahap 3 dan sesuai dengan dokumentasi API yang dilakukan pada tahap 4. Implementasi dilakukan dengan memperhatikan spesifikasi masing-masing modul hingga masing-masing metoda yang akan diimplementasikan.

Bila ingin mendapatkan email seperti ini langsung ke inbox email anda silahkan subcribe pada kotak dibawah atau bila subscribe dengan RSS feed Disini

Tidak ada komentar :

Posting Komentar