Pencarian

Custom Search

24 Januari 2019

Artificial Intelligence (AI): Sejarah dan Perkembangannya

Tidak ada komentar :

Banyak orang tidak menyadari bahwa teknologi Artificial Intelligence telah sering kita gunakan di kehidupan sehari-hari. Artificial intelligence atau kecerdasan buatan adalah kecerdasan yang ditambahkan kepada suatu mesin atau software (Wikipedia). Teknologi AI sering kita gunakan sehari-hari salah satunya adalah teknologi face detection. Hampir sebagian besar orang yang memiliki smartphone pasti pernah membuat foto dari kamera smartphone. Tahukah anda bahwa teknologi AI membantu smartphone untuk memfokuskan lensa secara otomatis ? Atau, pernahkan anda dengan mudah men-tag foto teman di Facebook, ini juga dibantu dengan menggunakan teknologi AI.


Teknologi face detection disebut juga sebagai metoda Viola John. Penemunya Paula Viola dan Michael Johns menulis paper tentang metodologi tersebut dalam sebuah Conference on Computer Vision and Pattern Recognition tahun 2001. Metoda Viola Jones mengklasifikasikan gambar wajah bukan berdasarkan jumlah pixel yang, namun menggunakan algoritma jendela 24 x 24 pixel. Untuk mengidentifikasi wajah, proses pertama adalah  mengidentifikasikan area hidung yang biasanya lebih terang, lalu area mata dan akhirnya seluruh wajah.
Andreas Kaplan dan Michael Haenlein mendefinisikan kecerdasan buatan sebagai “kemampuan sistem untuk menafsirkan data eksternal dengan benar, untuk belajar dari data tersebut, dan menggunakan pembelajaran tersebut guna mencapai tujuan dan tugas tertentu melalui adaptasi yang fleksibel”. Sistem seperti ini umumnya dianggap komputer. Kecerdasan diciptakan dan dimasukkan ke dalam suatu mesin (komputer) agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat dilakukan manusia. Beberapa macam bidang yang menggunakan kecerdasan buatan antara lain medis, sistem aplikasi, permainan komputer (games), logika fuzzy, jaringan syaraf tiruan, robotika dan lain-lain.

Beberapa Pengertian Artificial Intelligence (AI) adalah:

McCarthy : "The science and engineering of making of intelligent machines" 
(Ilmu pengetahuan dan teknik untuk membuat mesin cerdas)

Russel dan Norvig : “The study and design of intelligent agents, where an intelligent agent is a system that perceives its environment”.
(Studi dan perancangan agen cerdas, dimana agen cerdas tersebut adalah sistem untuk merasakan lingkungannya)

Andrew Ng : “Just as the industrial Revolution freed up a lot of humanity from physical drudgery. I think AI has the potential to free up humanity from a lot of mental drudgery.”
(Hanya sebuah revolusi industri untuk membebaskan banyak pekerjaan manusia yang membosankan. Saya berpikir bahwa AI memiliki potensi untuk membebaskan manusia dari banyak mental yang membosankan).


Sejarah Perkembangan  Artificial Intelligence : 

1940-1950, awal mula munculnya AI
  • McCulloch dan Pitts, sirkuit boolean untuk model otak.
  • Mesin komputasi Turing
1950-1970, awal antusiasme dan harapan besar
  • Awal program AI, program pengecekan Samuel.
  • Lahirnya pertemuan AI di Dartmouth 1956. 
1970-1990, dasar pengetahuan AI
  • AI menjadi industri.
1990-sampai saat ini
  • Neural networks.
  • Munculnya agen-agen cerdas.
  • AI menjadi ilmu pengetahuan
  • Munculnya data dengan skala besar 
  • Sistem komputasi yang mendukung analisa AI yang lebih kompleks dan rumit.
Sumber : courses.edx.org dan berbagai sumber.

Bila ingin berlangganan artikel blog ini, silahkan subcribe dengan email atau dengan RSS feed Disini

Tidak ada komentar :

Posting Komentar