Pencarian

Custom Search

11 Februari 2019

Cerita Anak : Bandung Bondowoso

Tidak ada komentar :
Konon tersebutlah seorang raja yang bernama Prabu Baka. Beliau bertakhta di Prambanan. Raja ini seorang raksasa yang menakutkan dan besar kekuasaannya. Meskipun demikian, akhirnya di kalahkan oleh Raja Pengging. Prabu meninggal di medan perang. Kemenangan Raja Pengging itu disebabkan oleh bantuan orang kuat yang bernama Bandung Bondowoso. Bandung Bondowoso mempunyai senjata sakti yang bernama Bandung. Dengan persetujuan Raja Pengging, Bandung Bondowoso menempati Istana Prambanan. Di sini, dia terpesona oleh kecantikan Rara Jonggrang putri bekas lawannya. Ia adalah putri dari raja yang dibunuhnya. Bagaimanapun juga, dia bertekad akan memperistrinya. Rara jonggrang takut menolak pinangan itu. akan tetapi, dia tidak akan menerimanya begitu saja.
Dia mau menikah dengan Bandung Bondowoso asalkan syarat-syaratnya terpenuhi. Syaratnya ialah ia minta dibuatkan seribu candi dan dua sumur yang dalam. semuanya harus selesai dalam waktu semalam. Bandung Bondowoso menyanggupi meskipun agak keberatan. Dia meminta tolong kepada ayahnya sendiri, orang sakti yang mempunyai bala tentara roh roh halus. Pada hari yang ditentukan, Bandung Bondowoso beserta pengikutnya dan roh roh halus mulai membangun candi yang besar itu. Sungguh mengherankan cara kecepatan mereka bekerja. Sesudah pukul empat pagi hanya tinggal satu buah arca yang harus disiapkan. Disamping itu, sumurnya pun hampir selesai. Seluruh penghuni Istana Prambanan menjadi kebingungan karena mereka yakin bahwa semua syarat Rara Jonggrang akan terpenuhi. Apa yang harus di perbuat?

Segera gadis-gadis di bangunkan dan disuruh menumbuk padi dan lesung serta menaburkan bunga yang harum baunya. Mendengar bunyi lesung dan mencium bau bunga-bungaan yang harum roh-roh halus menghentikan pekerjaan mereka karena mengira hari sudah siang. Pembuatan tanpa bantuan mereka tidak mungkin bandung bondowoso menyelesaikannya. Keesokan harinya, waktu Bandung Bondowoso mengetahui bahwa usahanya gagal, bukan main marahnya. Dia mengutuk para gadis di sekitar prambanan dengan kutukan bahwa tidak akan ada yang mau memperistrinya mereka sampai menjadi perawan tua. Rara Jonggrang sendiri dikutuk menjadi arca. Arca terdapat dalam ruang candi yang besar dan sampai sekarang dinamai Candi Rara Jonggrang. Candi-candi yang ada di dekatnya disebut Candi Sewu yang artinya seribu.

Sumber : Buku "Inilah Bahasa Indonesia", Kelas IV SD, Penerbit Platinum.

Bila ingin berlangganan artikel blog ini, silahkan subcribe dengan email atau dengan RSS feed Disini

Tidak ada komentar :

Posting Komentar