Pencarian

Custom Search

08 Mei 2019

Lebih Dekat Mengenal Buya Yahya Profil Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah

Tidak ada komentar :
BUYA YAHYA – Siapa yang tidak kenal Buya Yahya? Yup, Beliau adalah seorang Ulama Besar yang berasal dari Cirebon. Setelah 9 tahun menimba ilmu di Universitas Al Ahgaff Yaman. Beliau mendirikan pondok Pesantren Al-Bahjah di Blok Gudang Air, Kel.Sendang, Kab. Cirebon. “Al Bahjah” memiliki arti kemilau sinar atau cahaya yang memiliki harapan agar pesantren Al-Bahjah ini bisa menjadi penerang bagi umat Baginda Nabi Muhammad SAW.

Kampus pertama Al Bahjah berada Kelurahan Sendang, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, dan mulai dibangun pada bulan Juni 2008. Kampus Al Bahjah lainnya berkembang di berbagai Kota lainnya seperti Batam, Bekasi, Indramayu, Majalengka, Kuningan, Bogor, Pontianak, Purbalingga, Tangerang, Aceh bahkan sampai ke mancanegara Jepang & Hongkong.

Jadwal dakwah Buya Yahya sangat padat, selain mengisi dakwah di berbagai kota, Buya Yahya juga kadang menghadiri berbagai undangan safari dakwah di berbagai negara seperti Malaysia, Hongkong, Jepang & Beberapa negara di Eropa. Sekalipun jadwal dakwah Buya Yahya sangat padat, beliau selalu menyempatkan waktu untuk mengisi dakwah di Cirebon setiap hari Sabtu pagi Kajian Tafsir Quran, tiap Minggu Pagi Kajian Riyadhus Shalihin & tiap senin malam Kajian Kitab Al Hikam.

Bahkan untuk bulan Ramadhan ini Buya Yahya menyapa warga Cirebon setiap 3 kali sehari pada pagi hari Kajian Kitab Sulamut Taufiq, Siang hari Kajian Kitab Aqidah dan sore hari Kajian Kitab As-Syifaa. Sungguh kesempatan yang sangat langka sekali, sayang sekali untuk dilewatkan.

Profil Biografi Buya Yahya

Nama Asli       : Yahya Zainul Ma’arif
Nama Arab     : يحيى زين المعارف
Nama lain       : Buya Yahya
Tempat Lahir  : Blitar
Tanggal Lahir  : 10 Agustus 1973
Kebangsaan    : Indonesia
Agama            : Islam (Sunni)
Pasangan        : Fairuz Ar-Rahbini
Anak               : 4
Orang tua       : Jamzuri

Sosok Buya Yahya yang begitu populer di wilayah Jawa Barat mungkin banyak yang mengira bahwa beliau lahir di Jawa Barat. Namun siapa sangka beliau justru lahir di wilayah Jawa Timur. Ustad Yahya Zainul Ma’arif atau Buya Yahya lahir pada tanggal 10 Agustus 1973 di Kabupaten Blitar. Buya Yahya merupakan putra dari Mbah Jamzuri atau yang akrab disapa Mbah Kakung. Sejak kecil ayah beliau mendidik sedangkan sang ibu yang akrab disapa dengan Mbah Uti yang paling banyak memberikan Tarbiyah. Dengan demikian tak heran bila kini sosok Buya Yahya menjadi sosok besar pemersatu umat. Buya Yahya memiliki seorang istri bernama Fairuz ar-Rohbini dan dari pernikahannya tersebut beliau dikaruniai 4 orang anak.

Riwayat Pendidikan Buya Yahya

Beliau menempuh pendidikan Sekolah Dasar sampai dengan Sekolah Menengah Pertama di Blitar sambil mengikuti Madrasah Diniyah yang diasuh oleh KH. Imron Mahbub. Pada tahun 1988 sampai 1993, Buya Yahya kembali melanjutkan pendidikannya di Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah di Bangil. Kala itu pesantren tersebut diasuh oleh Habib Hasan bin Ahmad Baharun.

Pada tahun 1993 sampai 1996, Buya Yahya pernah mengajar di Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah Bangil. Namun di tahun 1996 Buya Yahya berangkat ke Universitas Al Ahgaff Yaman atas perintah dari Habib Hasan Bin Ahmad Baharun. Beliau menempuh pendidikan di Yaman selama 9 tahun atau tepatnya sampai tahun 2005. Tidak hanya menempuh pendidikan di Universitas Ahgaff, Buya Yahya juga belajar di Rubath Tarim yang diasuh oleh Habib Salim Asyasyatiri.

Ketika Buya Yahya menempuh pendidikan di Yaman, beliau memang banyak belajar mengenai ilmu fiqih dari para Mufti Hadramaut diantaranya adalah Habib Ali Masyur bin Hafid, Syekh Fadhol Bafadhol, dan Syekh Muhammad Al Khotib. Selain ilmu fiqih, beliau juga belajar mengenai ilmu hadist dari para ahli hadist diantaranya Sayyid Amad bin Husin Assegaf, Habib Salim Asysyatiri serta DR. Ismail Kadhim Al Aisawi. Selain itu Buya Yahya juga mengambil ilmu ushul fiqih dari ulama-ulama ahli. Selain belajar, Buya Yahya juga pernah mengajar di Fakultas Tarbiyah dan Dirosah Ilamiah di Universitas Ahgaff Yaman selama 3 tahun.

Awal Mula Berdakwah di Cirebon

Sesudah menghadap Al Murobbi di Yaman lalu memperoleh izin di tahun 2006, Buya Yahya mulai berdakwah dengan penuh kesabaran dan tawakkal kepada Allah SWT. Dakwah tersebut beliau mulai dari mushola ke mushola kecil dengan menjadi pengisi berbagai majelis ilmu hingga berlanjut ke majelis-majelis taklim. Bahkan kala itu beliau juga sempat hadir di Majid At-Taqwa Alun-Alun Cirebon untuk mengisi majelis ilmu.

Pada mulanya saat Buya Yahya menyampaikan majelis taklim, hanya sekitar 20 rang saja yang hadir. Tetapi lama kelamaan jumlah jamaah yang hadir semakin banyak dan memenuhi ruangan maupun halaman masjid. Selanjutnya Buya Yahya sering menghadiri majelis taklim yang ada di berbagai tempat mulai dari Kota Cirebon, Kuningan, Majalengka, Indramayu, serta Jabodetabek. Bahkan beliau juga tidak pernah membatasi dalam berdakwah hanya di masjid saja. Sebab beliau juga berdakwah di toserba maupun swalayan.

Selanjutnya majelis asuhan Buya Yahya tersebut diberi nama Majelis Al-Bahjah yang juga merupakan nama pesantren yang beliau rintis. Hadirnya pesantren Al-Bahjah ini bagi Buya Yahya merupakan bagian dari upaya untuk menyampaikan dakwah Rasullulah SAW. Dipilihnya nama Al-Bahjah sebagai nama pondok pesantren juga tidak terlepas dari makna indah yang terkadang dalam nama tersebut. Sebab Al-Bahjah berarti kemilau sinar atau cahaya yang mempunyai harapa agar nantinya pesantren tersebut menjadi penerang untuk umat Nabi Muhammad SAW.

Selain berdakwah di mushola, masjid dan tempat-tempat lainnya, Buya Yahya juga pernah berjuang selama satu tahun di stasiun radio Salma 101 FM. Kala itu Buya Yahya merupakan direktur operasional radio Salma kemudian beliau mencoba menghadirkan dakwah melalui radio. Dakwah tersebut dilakukan dengan membuat program pesantren udara dengan mengisi acara radio melalui pengajian-pengajian. Selain itu saat bulan Ramadhan tiba, Buya Yahya ikut terlibat dalam media cetak dengan mengasuh rubrik tanya jawab di koran harian Radar Cirebon dan tetap aktif mengisi artikel di hari Jumat dalam Oase Iman. Beliau juga mengasuh rubrik masail diniyah di sebuah majalah Islami Al-Basyirah yang terbit di wilayah Jawa Timur.

Dalam setiap majlis ilmu yang beliau hadiri, selalu dipenuhi oleh para mustami’ dan thullabul ‘ilmi. Kehadiran mereka tersebut hanya untuk hadir di roudhotul jannah atau majlis ilmu yang diampu oleh Buya Yahya. Namun beliau selalu meyakini bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari izin Allah SWT. Bahkan sikap hormat beliau kepada para masyaikh ketika masih berada di Yaman dahulu kini membuahkan hasil. Sebab atas izin Allah SWT, kini para mustami’ dan thullab menampakkna sikap hormat pada Buya Yahya.

Buya Yahya Mendirikan Pondok Pesantren

Dalam perjalanan dakwahnya, majelis Al-Bahjah yang dirintis oleh Buya Yahya akhirnya berkembang menjadi pesantren yang berdiri pada tahun 2008. Pesantren yang bernama Al-Bahjah tersebut didirikan di Kelurahan Sendang, Kecamatan Sumber, Cirebon. Berdirinya pesantren ini merupakan permintaan dari warga sekitar yang sangat ingin menitipkan anak-anaknya di pesantren. Setelah proses pembangunan selama kurang lebih 1,5 tahun akhirnya pesantren tersebut diresmikan tepatnya pada Januari 2010.

Pesantren Al-Bahjah sendiri mempunyai beberapa kampus yaitu kampus utama yang terletak di Cirebon yang dibangun tahun 2008. Selain itu Al-Bahjah juga mempunyai banyak unit usaha diantarana mini market AB Mart, Radio_QU, Al-Bahjah TV, SDIQU Al Bahjah, SMPIQU Al Bahjah, SMAIQU Al Bahjah, dan lain-lain. Unit-unit usaha yang dimiliki oleh Al Bahjah tersebut rata-rata memang digerakkan oleh santri atau yang disebut dengan santri khusus. Tak hanya bergerak dalam bidang dakwah dan sosial, santri khusus tersebut juga ada yang bertugas di dapur umum.

Jaringan Pendukung Dakwah

Bila dibandingkan ustad pesantren lainnya, Buya Yahya memang selangkah lebih modern. Hal tersebut bisa terlihat dari perubahan dakwah Buya Yahya dengan LPD Al-Bahjah yang semakin melebarkan sayap. Untuk itulah beliau menggunakan jaringan radio dan TV Al Bahjah dengan aktif menyiarkan ceramah maupun pengajiannya. Bahkan video-video pengajian dari Buya Yahya tersebut bisa dibuka melalui situs maupun Youtube. Dakwah beliau kini semakin merambah ke mancanegara. Selain itu, Buya Yahya juga pernah ikut berdakwah di media televisi nasional diantaranya TV One, TVRI, MNCTV dan tetap aktif mengisi acara dialog interaktif di Cirebon TV.

Guru-guru Buya Yahya

Diantara banyak guru-guru tempat Buya Yahya menimba ilmu, ada dua murobbi atau guru yang sangat mempengaruhi pemikiran Buya Yahya.

Dua guru tersebut adalah Almurobbi Almursyid Al-Habib Hasan bin Ahmad Baharun dan Almurobbi Almursyid Al-Habib Abdullah bin Muhammad Baharun.
Almurobbi Almursyid Al-Habib Abdullah bin Muhammad Baharun merupakan pendiri sekaligus pengasuh di pondok pesantren Darullughoh Waddakwah yang terletak di daerah Bangil, Pasuruhan, Jawa Timur.
Sedangkan Almurobbi Almursyid Al-Habib Abdullah bin Muhammad Baharun merupakan rektor dari Universitas Al Ahgaff di negara Republik Yaman.

Selain dua guru yang sangat berpengaruh tersebut, Buya juga memiliki banyak mursid dan murobbi yang memberikan ilmu kepadanya, diantaranya adalah :

Guru Buya Yahya dari indonesia.

Habib Husin bin Soleh Almuhdhor, Bondowoso.
Habib Qosim Bin Ahmad Baharun, Bangil.
Habib Ahmad bin Husin Assegaf, Bangil.
Ust Qoimuddin Abdullah, Bangil.
Habib Soleh bin ahmad Alidrus, Malang.
Habib Abdullah Maulahailah, Malang.
Habib Muhammad Alhaddad, Malang.
Ust Nasihin, Bangil.
KH Imron Mahbub, Blitar dan masih banyak lagi yang lainnya.

Guru Buya Yahya dari Luar Negeri

Habib Idrus bin Umar Alkaf, Tarim,Yaman.
Syekh Fadhol Bafadhol, Tarim,Yaman.
Syekh Muhammad Al Khotib, Tarim,Yaman.
Syekh Muhammad Baudhon, Tarim, Yaman.
Habib Ali Masyur bin Hafidz, Tarim,Yaman.
DR. Ismail Kadhim Al Aisawi, Iraq.
Habib Salim Asysyathri Tarim,Yaman.
Syeh Muhammad Al Hafid Assyingqithi, Mortania.
Syeh Muhammad Amin Assyingqiti, Mortania.
Syeh Abdullah Walad Aslam Assyingqiti, Mortania .
DR Mahmud Assulaimani, Mesir.
Prof DR. Ahmad Ali Toha Arroyyan Mesir dan masih banyak lainnya.

Website resmi Buya Yahya adalah www.buyayahya.org dan nama radio resmi milik pesantren adalah RADIOQU 92.90 FM Cirebon.

Bila ingin berlangganan artikel blog ini, silahkan subcribe dengan email atau dengan RSS feed Disini

Tidak ada komentar :

Posting Komentar